KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat dan kasih-Nya saya dapat membuat makalah yang berjudul “Sampah Organik”. Dalam makalah ini saya menyadari masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu segala saran dan kritik guna perbaikan dan kesempurnaan sangat saya nantikan. Semoga makalah ini dapat bermanfaat khususnya bagi penyusun dan para pembaca pada umumnya.
Kalabahi, 03 Oktober 2014
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR................................................................
DAFTAR ISI............................................................................
BAB I PENDAHULUAN...........................................................
A. Latar Belakang.....................................................................
B. Rumusan Masalah................................................................
C. Tujuan.................................................................................
BAB II PEMBAHASAN.............................................................
A. pengertian sampah organic………………………….............
B. cara pengolahan sampah organic……………………………
C. pemanfaatan sampah organic………………………………..
BAB III KESIMPULAN.............................................................
SARAN…………………………………………………………
DAFTAR PUSTAKA…………………………………....................................
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Bagi sebagian orang sampah merupakan hal yang menjijikan, atau sesuatu yang sudah dibuang karena sudah tidak dapat di ambil manfaatnya oleh orang tersebut, atau boleh dikatakan sudah tidak berguna lagi. Namu dibalik itu semua ternyata sampah dapat diolah kembali dan memberikan banyak manfaat bagi kita. Coba bayangkan saja bila didunia ini di penuhi oleh sampah dan tidak ada yang mengolahnya maka setiap hari kita akan hidup dengan tidak nyaman karena baunya yang sangat menyengat. Maka dari itu perlu diadakan pengolahan sampah atau biasa disebut daur ulang sampah yang dapat mengurangi polusi dilingkungan.
Hal ini selain bertujuan untuk mengurangi polusi dilingkungan sampah-sampah itu juga dapat diolah lagi menjadi barang yang labih berguna dan juga ramah lingkungan, misalnya saja sampah organic seperti daun dan juga ranting pohon kita bias mengolahnya kembali menjadi kompos selain bermanfaat untuk menyuburkan tanaman kompos ini juga lebih ramah lingkungan karena dibuat dari bahan yang ramah lingkungan yaitu dari dedaunan dan juga ranting pohon. Seperti halnya kompos sampah organic masih dapat di olah menjadi berbagai macam barang lain yang lebih berguna. Maka mulai dari sekarang kita perlu lebih memperhatikan lingkungan sekitar.
Cara pengolahannya sampah organic ini juga cukup mudah karena tidak serumit yang kita bayangkan. Sebab biasanya kita selalu mengeklim kalau pengolahan sampah itu merepotkan sehingga, kita lebih memilih membiarkannya menumpuk daripada mengolahnya padahal, jika sampah itu terus dibiarkan maka malah akan menyebabkan tidak seimbangnya lingkungan kita, dan pada akhirnya akan berujung pada kerusakan lingkungan, yang akan membawa bencana seperti ,polusi udara, tanah, dan juga air bahkan akan menyebabkan banjir pada saat musim penghujan datang. Karena kita sudah tau manfaat sampah dalam
kehidupan sehari-hari dan juga bahayanya sampah jika kita biarkan begitu saja
maka, mulai sekarang mari kita jaga lingkungan kita dengan cara mengolah sampah menjadi barang yang lebih bemanfaat untuk semuanya .
B. Perumusan masalah
Berdasarkan dari uraian latar belakang diatas, maka dapat dirumuskan sebaga berikut:
1. Factor apa yang menyebabkan orang lebih suka membuang sampah daripada mengolahnya?
2. Bagaimana cara mengolah sampah organic dengan benar?
3. Apa manfaat dari sampah organic?
C. Tujuan
1. Untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang sampah
2. Untuk mengetahui bagaimana cara mengolah sampah organic.
3. Untuk memberi kesadaran akan pentingnya pengolahan sampah.
BAB II
PEMBAHASAN
A.PENGERTIAN SAMPAH ORGANIC
Sampah Organik merupakan barang yang dianggap sudah tidak terpakai dan dibuang oleh pemilik atau pemakai sebelumnya, tetapi masih bisa dipakai kalau dikelola dengan prosedur yang benar. Sampah organik adalah sampah yang bisa mengalami pelapukan (dekomposisi) dan terurai menjadi bahan yang lebih kecil dan tidak berbau (sering disebut dengan kompos).
Kompos merupakan hasil pelapukan bahan-bahan organik seperti daun-daunan, jerami, alang-alang, sampah, rumput, dan bahan lain yang sejenis yang proses pelapukannya dipercepat oleh bantuan manusia. Sampah pasar khusus seperti pasar sayur mayur, pasar buah, atau pasar ikan, jenisnya relatif seragam, sebagian besar (95%) berupa sampah organik sehingga lebih mudah ditangani. Sampah yang berasal dari pemukiman umumnya sangat beragam, tetapi secara umum minimal 75% terdiri dari sampah organik dan sisanya anorganik.
Jenis-Jenis Sampah Organik
Sampah organik berasal dari makhluk hidup, baik manusia, hewan, maupun tumbuhan, Sampah organik sendiri dibagi menjadi :
- Sampah organik basah.
Istilah sampah organik basah dimaksudkan sampah mempunyai kandungan air yang cukup tinggi. Contohnya kulit buah dan sisa sayuran.
- Sampah organik kering.
Sementara bahan yang termasuk sampah organik kering adalah bahan organik lain yang kandungan airnya kecil. Contoh sampah organik kering di antaranya kertas, kayu atau ranting pohon, dan dedaunan kering.
Prinsip Pengolahan Sampah
Berikut adalah prinsip-prinsip yang bisa diterapkan dalam pengolahan sampah. Prinsip-prinsip ini dikenal dengan nama 4R, yaitu:
- Mengurangi ( reduce)
Sebisa mungkin meminimalisasi barang atau material yang kita pergunakan. Semakin banyak kita menggunakan material, semakin banyak sampah yang dihasilkan.
- Menggunakan kembali ( reuse)
Sebisa mungkin pilihlah barang-barang yang bisa dipakai kembali. Hindari pemakaian barang-barang yang sekali pakai, buang (bahasa Inggris: disposable).
- Mendaur ulang ( recycle)
Sebisa mungkin, barang-barang yang sudah tidak berguna didaur ulang lagi. Tidak semua barang bisa didaur ulang, tetapi saat ini sudah banyak industri tidak resmi (bahasa Inggris: informal) dan industri rumah tangga yang memanfaatkan sampah menjadi barang lain.
- Mengganti ( replace)
Teliti barang yang kita pakai sehari-hari. Gantilah barang-barang yang hanya bisa dipakai sekali dengan barang yang lebih tahan lama.
B. CARA PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK
Cara Membuat Pupuk Kompos dari Sampah Organik- Sampah Organik adalah merupakan barang yang dianggap sudah tidak terpakai dan dibuang oleh pemilik/pemakai sebelumnya, tetapi masih bisa dipakai kalau dikelola dengan prosedur yang benar. Organik adalah proses yang kokoh dan relatif cepat, maka tanda apa yang kita punya untuk menyatakan bahwa bahan-bahan pokok kehidupan, sebutlah molekul organik, dan planet-planet sejenis, ada juga di suatu tempat di jagad raya? sekali lagi beberapa penemuan baru memberikan rasa optimis yang cukup penting.
Sampah organik adalah sampah yang bisa mengalami pelapukan (dekomposisi) dan terurai menjadi bahan yang lebih kecil dan tidak berbau (sering disebut dengan kompos). Kompos merupakan hasil pelapukan bahan-bahan organik seperti daun-daunan, jerami, alang-alang, sampah, rumput, dan bahan lain yang sejenis yang proses pelapukannya dipercepat oleh bantuan manusia. Sampah pasar khusus seperti pasar sayur mayur, pasar buah, atau pasar ikan, jenisnya relatif seragam, sebagian besar (95%) berupa sampah organik sehingga lebih mudah ditangani. Sampah yang berasal dari pemukiman umumnya sangat beragam, tetapi secara umum minimal 75% terdiri dari sampah organik dan sisanya anorganik.
Sampah organik sendiri dibagi menjadi :
• Sampah organik basah.
Istilah sampah organik basah dimaksudkan sampah mempunyai kandungan air yang cukup tinggi. Contohnya kulit buah dan sisa sayuran.
• Sampah organik kering.
Sementara bahan yang termasuk sampah organik kering adalah bahan organik lain yang kandungan airnya kecil. Contoh sampah organik kering di antaranya kertas, kayu atau ranting pohon, dan dedaunan kering.
Cara Membuat pupuk kompos sendiri dari sampah organik tidaklah sulit. Berikut ini adalah cara membuat pupuk kompos.
1. Kompos Jadi Siap Pakai
Kompos alami banyak terdapat di lahan-lahan yang sebelumnya menjadi tempat pembangan sampah organik. Untuk mendapatkannya :
1. Gali tumpukan sampah (garbage atau sampah lapuk) yang sudah seperti tanah
2. Pisahkan dari bahan-bahan yang tidak dapat lapuk
3. Jemur sampai kering, lalu ayak
4. Bubuhkan 50 – 100 gram belerang untuk setiap 1 kg tanah sampah.
Bahan:
1. 2 1 /4 hingga 4 m3 sampah lapuk (garbage)
2. 6,5 m3 kulit buah kopi
3. 750 kg kotoran ternak memamah biak (± 50 kaleng ukuran 20 liter)
4. 30 kg abu dapur atau abu kayu
Cara Membuat
1. Buatlah bak pengomposan dari bak semen. Dasar bak cekung dan melekuk di bagian tengahnya. Buat lubang pada salah satu sisi bak agar cairan yang dihasilkan dapat tertampung dan dimanfaatkan.
2. Atau buatlah bak pengomposan dengan menggali tanah ukuran 2,5 x 1 x 1 m (panjang x lebar x tinggi). Tapi hasilnya kurang sempurna dan kompos yang dihasilkan berair dan lunak.
3. Aduk semua bahan menjadi satu kecuali abu. Masukkan ke dalam bak pengomposan setinggi 1 meter, tanpa dipadatkan supaya mikroorganisme aerob dapat berkembang dengan baik. Kemudian taburi bagian atas tumpukan bahan tadi dengan abu.
4. Untuk menandai apakah proses pengomposan berlangsung dengan balk, perhatikan suhu udara dalam campuran bahan. Pengomposan yang baik akan meningkatkan suhu dengan pesat selama 4 – 5 hari, lalu segera menurun lagi.
5. Tampunglah cairan yang keluar dari bak semen. Siram ke permukaan campuran bahan untuk meningkatkan kadar nitrogen dan mempercepat proses pengomposan.
6. 2 – 3 minggu kemudian, balik-balik bahan kompos setiap minggu. Setelah 2 -3 bulan kompos sudah cukup matang.
7. Jemur kompos sebelum digunakan hingga kadar airnya kira-kira 50 -60 % saja.
8. Kalau di daerah kita tidak tersedia kulit buah kopi, cara ke II dapat diadaptasi dengan menggantikan kulit buah kopi dengan hijauan seperti Iamtoro ataulainnya.
2. Kompos Rumah Tangga
Sampah organik secara alami akan mengalami peruraian oleh berbagai jenis mikroba, binatang yang hidup di tanah, enzim dan jamur. Proses penguraian ini memerlukan kondisi tertentu, yaitu suhu, udara dan kelembaban.
Makin cocok kondisinya, makin cepat pembentukan kompos, dalam 4 – 6 minggu sudah jadi. Apabila sampah organic ditimbun saja, baru berbulan-bulan kemudian menjadi kompos. Dalam proses pengomposan akan timbul panas krn aktivitas mikroba. Ini pertanda mikroba mengunyah bahan organic dan merubahnya menjadi kompos. Suhu optimal untk pengomposan dan harus dipertahankan adalah 45-65C.Jika terlalu panas harus dibolak-balik, setidak-tidaknya setiap 7 hari.
Bahan :
1. Di dalam rumah ( ruang keluarga, kamar makan ) dan di depan dapur disediakan 2 tempat sampah yang berbeda warna untuk sampah organic dan sampah non-organic.
2. Diperlukan bak plastic atau drum bekas untuk pembuatan kompos. Di bagian dasarnya diberi beberapa lubang untuk mengeluarkan kelebihan air. Untuk menjaga kelembaban bagian atas dapat ditutup dengan karung goni atau anyaman bambu.
3. Dasar bak pengomposan dapat tanah atau paving block, sehingga kelebihan air dapat merembes ke bawah. Bak pengomposan tidak boleh kena air hujan, harus di bawah atap.
Cara Membuat :
1. Campur 1 bagian sampah hijau dan 1 bagian sampah coklat.
2. Tambahkan 1 bagian kompos lama atau lapisan tanah atas (top soil) dan dicampur. Tanah atau kompos ini mengandung mikroba aktif yang akan bekerja mengolah sampah menjadi kompos. Jika ada kotoran ternak ( ayam atau sapi ) dapat pula dicampurkan .
3. Pembuatan bisa sekaligus, atau selapis demi selapis misalnya setiap 2 hari ditambah sampah baru. Setiap 7 hari diaduk.
4. Pengomposan selesai jika campuran menjadi kehitaman, dan tidak berbau sampah. Pada minggu ke-1 dan ke-2 mikroba mulai bekerja menguraikan membuat kompos, sehingga suhu menjadi sekitar 40C. Pada minggu ke-5 dan ke-6 suhu kembali normal, kompos sudah jadi.
5. Jika perlu diayak untuk memisahkan bagian yang kasar. Kompos yang kasar bisa dicampurkan ke dalam bak pengomposan sebagai activator.
6. Keberhasilan pengomposan terletak pada bagaimana kita dapat mengendalikan suhu, kelembaban dan oksigen, agar mikroba dapat memperoleh lingkungan yang optimal untuk berkembang biak, ialah makanan cukup (bahan organic), kelembaban (30-50%) dan udara segar (oksigen) untuk dapat bernapas.
7. Sampah organic sebaiknya dicacah menjadi potongan kecil. Untuk mempercepat pengomposan, dapat ditambahkan bio-activator berupa larutan effective microorganism (EM) yang dapat dibeli di toko pertanian.
BAB III
PENUTUP
A.KESIMPULAN
Sampah Organik merupakan barang yang dianggap sudah tidak terpakai dan dibuang oleh pemilik atau pemakai sebelumnya, tetapi masih bisa dipakai kalau dikelola dengan prosedur yang benar.
Pengolahan sampah dengan pengelolaan yang baik akan mendatangkan keuntungan dalam hubungan timbal balik antara masyarakat dengan lingkungan sekitar. Sampah baik organik dan anorganik harus mampu diolah, dikelola, dan dimanfaatkan dengan baik. Agar tidak menyebabkan polusi yang merugikan manusia dan alam.
B.SARAN
Saran saya adalah kita harus mengolah limbah organik yang ada disekitar kita. Kita dapat mengolah limbah organik tersebut menjadi suatu kerajinan tangan yang indah, baik itu limbah organik kering maupun limbah oragnik basah. Dengan menggunakan limbah organik menjadi bahan dasar yang utama kita dapat mengurangi penumpukan sampah yang berlebihan setiap harinya. Seperti Botol, Kertas dan sebagainya. Dan kita juga dapat memajukan aset pendapatan kita. Bila banyak peminatnya, maka kita dapat bersaing bukan hanya di dalam negeri tetapi kita dapat bersaing di pasaran eropa.
DAFTAR PUSTAKA
Hppt/www.goolge.com.ilmu alamiah dasar dan pengaruhnya terhadap teknologi. Tahun 2010.
Hppt/www.goolge.com. alamiah dasar. Tahun 2011
http://id.wikipedia.org/wiki/Pengelolaan_sampah
http://id.wikipedia.org/wiki/Karangan
http://www.scribd.com/doc/14849853
http://www.multiply.com
http://maulidarahmi.wordpress.com/2010/12/14/makalah-karangan-argumentasi-tentang-sampah/
MAKALAH
SAMPAH ORGANIK
“PEMBUATAN PUPUK KOMPOS”
Disusun Oleh:
Nama : Boy Belaweni
Kels : VII5
Mata Pelajaran : Prakarya
SMP NEGERI 1 KALABAHI